Sabtu, 22 Jun 2024
TUTUP MENU

Tahapan Pendampingan Melalui Supervisi Akademik Sesuai dengan PMM: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Memeriksa Perencanaan Pembelajaran dalam Supervisi Akademik

Supervisi akademik merupakan suatu proses penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menurut Sugiovanni, supervisi akademik bertujuan untuk mengawasi kualitas pembelajaran, merangsang motivasi belajar, dan mengembangkan profesionalisme pendidik.

Tahapan Supervisi Akademik

  1. Tahap Merencanakan
    • Menjadwalkan supervisi akademik.
    • Menyediakan instrument supervisi akademik.
  2. Tahap Melaksanakan
    • Memeriksa perencanaan pembelajaran.
    • Mengobservasi kegiatan pembelajaran.
    • Memberikan umpan balik terkait praktik pembelajaran guru.
  3. Tahap Menindaklanjuti
    • Mengumpulkan dan mengolah data hasil pemeriksaan.
    • Berdiskusi mengenai kebutuhan guru.
    • Melaksanakan pendampingan kepada guru.

Observasi Proses Pembelajaran dalam Supervisi Akademik

Observasi proses pembelajaran merupakan langkah penting dalam supervisi akademik untuk memastikan pembelajaran yang berpusat pada murid dan mencapai tujuan pembelajaran.

Memberikan Umpan Balik yang Efektif dalam Supervisi Akademik

Pemberian umpan balik yang efektif memungkinkan pendidik untuk memperbaiki praktik pembelajaran mereka. Kepala sekolah harus fokus pada tujuan umpan balik dan memberikan pertanyaan yang mendorong refleksi kritis.

Identifikasi GPS (Gaps, Possibilities, Solution)

Identifikasi GPS membantu dalam merencanakan tindakan perbaikan. Kepala sekolah perlu mengajukan pertanyaan yang memicu refleksi atas kesenjangan, kemungkinan, dan solusi yang ada.

Rencana Aksi

Pendidik perlu menentukan rencana aksi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kepala sekolah dapat membantu dalam merencanakan langkah-langkah kedepan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Akuntabilitas dan Komitmen

Pendidik harus berkomitmen untuk menjalankan rencana aksi yang telah disepakati. Kepala sekolah perlu memastikan bahwa pendidik memonitor dan mengevaluasi keberhasilan rencana aksi mereka.

Pendampingan Berdasarkan Hasil Supervisi Akademik

Pendampingan berdasarkan hasil supervisi akademik penting untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pendidik sesuai dengan kebutuhan mereka. Beberapa rekomendasi kegiatan pendampingan termasuk pelatihan, observasi rekan sejawat, dan pembelajaran mandiri.

Dalam memastikan bahwa pembelajaran sudah berpusat pada murid, penggunaan instrumen supervisi menjadi sangat penting. Berikut adalah contoh pengisian instrumen supervisi akademik pada pemeriksaan rencana pembelajaran RPP/Modul Ajar yang bersumber dari PMM bekerjasama dengan InspirasiFondation pada pelatihan mandiri topik Supervisi:

  1. Informasi Umum:
    • Nama Pendidik:
    • Mata Pelajaran:
    • Kelas/Tingkat:
    • Tanggal Pemeriksaan:
  2. Tujuan Pembelajaran:
    • Apakah tujuan pembelajaran tercantum dengan jelas dan spesifik?
    • Apakah tujuan pembelajaran mengacu pada kompetensi yang akan dicapai oleh murid?
  3. Assessment Awal:
    • Apakah terdapat assessment awal untuk mengukur kemampuan murid sebelum pembelajaran dimulai?
    • Bagaimana pendekatan yang digunakan dalam melakukan assessment awal?
  4. Kegiatan Pembelajaran:
    • Apakah kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?
    • Bagaimana variasi kegiatan pembelajaran yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan beragam murid?
  5. Pembelajaran Diferensiasi:
    • Apakah terdapat strategi pembelajaran yang berbeda untuk mengakomodasi kebutuhan beragam murid?
    • Bagaimana pendekatan diferensiasi yang diterapkan dalam proses pembelajaran?
  6. Penggunaan Media Pembelajaran:
    • Apakah terdapat penggunaan media pembelajaran yang relevan dan menarik untuk mendukung proses pembelajaran?
    • Bagaimana interaksi antara pendidik, murid, dan media pembelajaran tersebut?
  7. Refleksi Pembelajaran:
    • Apakah terdapat refleksi pembelajaran yang melibatkan murid untuk mengevaluasi pemahaman mereka?
    • Bagaimana pendekatan yang digunakan dalam proses refleksi pembelajaran?
  8. Assessment Akhir:
    • Apakah terdapat penilaian akhir yang jelas untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran?
    • Bagaimana bentuk penilaian yang digunakan dalam assessment akhir?

Download Dokumen Pendukung

Instrumen

Dengan menggunakan instrumen supervisi seperti ini, kepala satuan pendidikan dapat melakukan pemeriksaan secara terstruktur dan efektif terhadap RPP/Modul Ajar untuk memastikan bahwa pembelajaran benar-benar berpusat pada murid dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

untuk lebih jelas cara pengisian instrumen lihat pada link youtube berikut (LIHAT).

 

Bentuk Instrumen Supervisi Proses Pembelajaran

Saat melakukan observasi terhadap proses pembelajaran, penting bagi kepala satuan pendidikan untuk memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan observasi dan aspek yang akan diamati. Dalam hal ini, penggunaan instrumen observasi menjadi sangat penting untuk memastikan fokus observasi tetap terjaga. Namun, perlu diingat agar tidak terlalu terpaku pada instrumen sehingga mengabaikan pengamatan langsung terhadap jalannya kegiatan pembelajaran. Berikut adalah praktik yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk menjalankan observasi pembelajaran secara efektif:

  1. Tujuan Observasi:
    • Pastikan tujuan observasi telah ditetapkan dengan jelas sebelum memulai proses observasi.
    • Pahami dengan baik aspek yang akan diamati selama observasi, seperti interaksi antara guru dan murid, penggunaan metode pembelajaran, dan efektivitas penyampaian materi.
  2. Instrumen Observasi:
    • Gunakan instrumen observasi yang telah disiapkan sebelumnya untuk memandu proses observasi.
    • Pastikan instrumen tersebut mencakup semua aspek yang ingin diamati dan memberikan ruang untuk catatan pengamatan secara detail.
  3. Pengamatan Aktif:
    • Selama proses observasi, lakukan pengamatan secara aktif terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung.
    • Fokuskan perhatian pada interaksi antara guru dan murid, respons murid terhadap materi pembelajaran, serta keberhasilan guru dalam menjelaskan konsep-konsep yang sulit.
  4. Catatan Pengamatan:
    • Buat catatan pengamatan secara sistematis sesuai dengan instrumen yang telah disiapkan.
    • Catat detail mengenai kegiatan pembelajaran, kekuatan dan kelemahan yang diamati, serta saran perbaikan yang dapat diberikan kepada guru.
  5. Kolaborasi dengan Guru:
    • Setelah observasi selesai, berikan umpan balik kepada guru berdasarkan catatan pengamatan yang telah dibuat.
    • Diskusikan bersama guru mengenai temuan observasi, identifikasi area yang perlu diperbaiki, dan buat rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Guru

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Post Terkait

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

KELUAR
wpChatIcon
wpChatIcon

Eksplorasi konten lain dari Mitra Guru

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca